FAKTOR DETERMINAN TERHADAP GIZI LEBIH DI SMK GKPS-3 PEMATANG SIANTAR
Abstract
Pendahuluan. Indonesia saat ini mengalami permasalahan beban ganda masalah gizi dimana ketika permasalahan gizi kurang belum terselesaikan, muncul permasalahan gizi lebih. Gizi lebih dapat terjadi pada siapa saja dan bisa terjadi mulai dari bayi hingga usia lanjut, baik pria maupun wanita. Status gizi lebih dipengaruhi pola makan, aktifitas fisik, pengetahuan gizi dan faktor genetik. Perubahan pola makan tersebut dipicu oleh kesibukan orang tua yang menyebabkan remaja lebih suka makan di luar rumh yang praktis dan siap saji. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 prevalensi Nasional obesitas umumnya pada penduduk berusia ≥ 15 Tahun adalah 10,3% Laki laki, 13,9% perempuan sedangkan prevalensi berat badan lebih pada anak usia 6-14 tahun pada laki laki 9,5% dan perempuan 6,4% angka ini hampir sama dengan estimasi WHO sebesar 10% pada anak usia 5 – 17 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan penyebab status gizi lebih pada siswa siswi kelas X dan XI SMK GKPS – 3 Pematang Siantar tahun 2014. Penelitian ini dilakukan di SMK GKPS – 3 Pematang Siantar bulan Mei 2014.
Metode. Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan desain cross – sectional. Populasi adalah seluruh siswa Kelas X dan XI SMK GKPS – 3 sebanyak 214 siswa dan sampel adalah seluruh siswa – siswi yang memiliki IMT > 25. Analisis data dilakukan dengan uji univariat,bivariat dan multi variat Regresi Logistik.
Hasil. Penelitian menunjukkan faktor determinan penyebab status gizi lebih siswa-siswi SMK GKPS-3 Pematangsiantar tahun 2014 adalah kebiasaan makan dengan nilai P = 0,037, faktor pengetahuan dengan nilai P = 0,013, faktor konsumsi fast food dengan nilai P = 0,002 < 0,05, faktor aktifitas fisik dengan nilai P = 0,016.
Kesimpulan. Dengan melakukan monitoring status gizi anak sekolah terutama siswa-siswi SMK GKPS-3 Pematangsiantar untuk memantau status gizinya dan mengadakan penyuluhan-penyuluhan mengenai gizi dan kesehatan termasuk pola hidup sehat kepada siswa-siswi SMK GKPS-3 Pematangsiantar.
Full Text:
PDFReferences
Adam, Jhon, JF. Dalam National Symposium Obdesit-I. 2002. Manfaat klinis Penurunan Berat Badan Pada Penderita Berat Badan Lebih dan Gemuk PERKENI. Surabaya.
Almatsier, Sunita, Susitah Soetardjo, dan Moesijanti Soekatri. 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan.
Almatsier, Sunita. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Arisman, 2011. Obesitas, Diabetes Melitus dan Dislipidemia. Buku kedokteran Jakarta
Budiarto, Eko. 2002. Biostatistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Departemen Kesehatan RI. 2007. Riset Kesehatan Dasar ( RISKESDAS) Nasional. Badan
Depkes. 2010. Standart Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
Komsan, Ali dkk. 2004. Pengantar Pangan dan Gizi. Penebar Swadaya. Bogor.
Mumpuni, dkk, 2010. Cara Jitu Mengatasi Kegemukan. C.V. Andi Offset. Yogyakarta
Notoatmojo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta Jakarta
Nurmalinan, Rina dan Bandung Valley. 2011. Pemecahan dan Manajemen Obesitas. Gramedia. Jakarta
Oktaviani, Wiwied, dkk. 2012. Hubungan Kebiasaan Makan Fast Food,Aktifitas Fisik Pola Konsumsi , Karakteristik Remaja Dan Orang Tua Dengan Indeks Massa Tubuh ( IMT ) . Jurnal Kesehatan Masyarakat. Semarang
Sandjaja, dkk. 2009. Kamus Gizi. Kompas Medya Nusantara
Supariasa, I Dewa Nyoman, Bactiar Bakri, dan Ibnu Fajar. 2002. Penilaian Status Gizi. Buku Kedokteran. Jakarta.
DOI: https://doi.org/10.48134/jurkessutra.v7i1.13
Refbacks
- There are currently no refbacks.







