PERBANDINGAN EFEK EKSTRAK PEGAGAN DENGAN GINKGOBILOBA TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA SWISS WEBSTER MENCIT JANTAN YANG DIHAMBAT DAN TAMPA SKOPOLAMIN

amenda sebayang

Abstract


 

Di Indonesia ada tanaman sejenis yang memiliki khasiat sama bahkan memiliki manfaat yang lebih banyak dibanding Ginkgo biloba. Tanaman tersebut adalah pegagan (Centella asiatica) yang sering disebut Antanan. Tanaman ini juga dapat meningkatkan Inteligensi, kemampuan mental, serta menanggulangi lemah mental pada anak-anak. Penelitian lain membuktikan tanaman Centella asiatica ini dapat meningkatkan kemampuan belajar dan memori karena manfaatnya itu, tanaman ini juga dikenal sebagai “Makanan Otak Kognitif ”. Gangguan fungsi kognitif adalah suatu gangguan kearah demensia yang diperlihatkan dengan adanya gangguan perhitungan, bahasa, daya ingat sematik dan pemecahan masalah (Problem solving). Gangguan fungsi kognitif untuk jangka panjang jika tidak dilakukan penanganan yang optimal akan meningkatkan insidensia demensia. Tujuan penelitian ini mengkaji perbandingan efek ekstrak pegagan (Centella asiatica) dengan Ginkgo biloba untuk mempengaruhi fungsi kognitif belajar dan mengingat pada mencit (Swiss webster) jantan yang dihambat dan tanpa skopolamin.

         Rancangan penelitian yang digunakan untuk pengelompokkan dan pemberian perlakuan terhadap hewan uji adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Kelompok perlakuan dalam eksperimen ini adalah kelompok mencit  jantan yang diberi ekstrak pegagan, ekstrak Ginkgo biloba,  secara oral sedangkan kelompok kontrol diberi akuabides steril. Subjek penelitian adalah hewan uji yang dilakukan dalam penelitian ini adalah hewan mencit (Swiss webster) jantan telah dewasa yaitu umur 12 minggu. 

          Hasil uji statistik analisis terhadap lama retensi dengan uji analisis varian (ANOVA) dua arah (p<0,05) terdapat perbedaan bermakna, dimana pegagan menunjukkan perpanjangan lama retensi berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05) (lampiran 3). Berdasarkan uji t student, pemberian pegagan 16 mg/kg BB dengan skopolamin 0 mg/kg BB, 1,5mg/kg BB dan 3,0 mg/kg BB menunjukkan perbedaan bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pegagan 16 mg/kg BB dengan skopolamin 3,0 mg/kg BB menunjukkan perbedaan bermakna dibandingkan dengan  pegagan 32 mg/kg BB dan pirasetam. Pegagan 32 mg/kg BB dengan pirasetam 500 mg/kg BB menunjukkan perbedaan bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol. Secara keseluruhan pegagan memberikan efek perpanjangan lama retensi secara bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05).  

           Ekstrak pegagan Centella asiatica dengan dosis 300 mg/kg BB terbukti dapat meningkatkan fungsi kognitif belajar dan mengingat pada mencit (Swiss webster) jantan, ekstrak Ginkgo biloba dengan dosis 50 mg/kg BB dapat meningkatkan fungsi kognitif belajar dan mengingat pada mencit (Swiss webster) jantan, potensi efek ekstrak pegagan lebih rendah dari efek Ginkgo biloba dalam meningkatkan fungsi kognitif pada mencit (Swiss webster) jantan.

 

Kata Kunci: Efek Ekstrak; Pegagan; Ginkgo Biloba; Skopolamin


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Anonimus. 2000. Sehat Sedap Sekejap Edisi 11/1- Oktober Ginkgo Biloba. Resep Anti Lupa, Anti Keriput sampai Genjot Seks.

Anonimus. 2005. Koran Merapi Online Merunut Sederet Khasiat Tanaman Pegagan (1) Herba ampuh sembuhkan”Grand Mal, Topik Klinik Alternatif”.

Asia Maya.com/Pegagan Centella Asiatica. 2006. Pegagan (Centella Asiatica Urban) (http:// www.asiamaya.com/jam/isi/Pegagan Centella Asiatica)

Appa Rao,M .V. R. Et.al 1973.The Effecct of Mandookaparni (Centella Asiatica ) on The General Mental Ability(Medhya) of Mentally-Retarded Children.Journal of Indian Medicine Aug ; 9-12 .

Badan POM ,RI,2004.Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia(Volume I).Badan Pengawas Obat dan Makanan ,Jakarta

Centella Asiatica (Singapure Streets Atlas) Australian Naturapathic.Net work. Serving the Community Since. 1998. Departments.>>. Herbal Medicine.>>. Materia Medicine.>>. Centella Asiatica.

Dalimartha.S,2004. Pegagan (Centella asiatica (L) Urban). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. 14 (53) : 13.

Desmond,D,W.,Moroney, J.T, Mary Sano & Yaakov Stern, 1996. Recovery of Cognitive Function after Stroke.Stroke 27 : 1798-1803.

Dra. Yosetta Maria Remile T Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran USU.

Ganong, W.F. 1999. Review of Medical Physiology. (19 th Edition)., Appleton & Lange, San Francisco.

Glick SD and Zimmen berg B,1972 Amnesia effects of Scopolamine Behav Biol 7: 245-54.

Guyton, A.C., & Hall, J.E. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Terjemahan oleh : Irawati Setiawan. EGC. Jakarta.

Haryanto. 2006. Pegagan, Ginkgo Biloba Asia ( http://www.mail-archive.com/kolam@yahoo groups.com/msg 02503 )

Haryanto,2006, Tanaman Obat Indonesia, (http://www.iptek.net.id/ind/pd. Tanobat/view.php?id=50).

Jarvik, M.E., and Kopp, R. 1967. An Improved One Trial Passive Avoidance Learning Situation. Psychol. Rep. 21 : 221-4.

Kandel, E.R., and Hawkins, R.D. 1992. The Biological Basis of Learning and Individuality. Sci. Am. 79-86

Kamaludin, H.M.T. 2003, Regulasi Reseptor Muskarinik M, Korteks Fronto Parietalis dan Hippo Kampus, Tikus Wistar oleh Pirasetam dan Piritinol dan kaitannya dengan proses belajar dan mengingat.Program Pascasarjana Universitas Padjajaran Bandung.

Kumar, M.V.R. and Y.K Gupta 2003. Black Well Synergy, Clin Exp Pharmacoe Phsiol Vol 30 Issue 5-6 p.p-336-342 clinical and eksperimental pharmacology and physiology.

Kupfermann, I, 1991. Learning and memory. In: Eric R. Kandell, James H. Schwartz, Thomas M.Jessell (Eds). Principles of Neural Science. Third ed. New York: Elsevier;.p. 997-1007.

Kusisto, J., Keijo K., Leena M., Eeva L., matti V., & Tuomo H., 1993. Essential Hypertension and Cognitive Function, the Role of hyperinsulinemia, Hypertension, 22 : 771-779.

Lasmadiwati, E., M.M. Herminati dan Y.H. Indriani. 2002. Pegagan. Penebar Swadaya, Jakarta.

Lomboan, N.J. 2000 edisi 11/1- oktober ginkgo biloba. Resep anti lupa, anti keriput sampai genjot seks sehat sedap sekejap ( diakses dari http:// www.asia maya.com/jamu/isi/pegagan_centellaasiatica.htm).

Lu, F.C. 1995. Toksikologi Dasar Azas Organ Sasaran dan Penilaian Resiko. Edisi kedua.

Nizamuddin, 1999. Pengaruh Pemberian Monosodium Glutamat per Oral pada Berat Badan dan Berat Testis. Jurnal Kedokteran Yarsi 7 (1).Priyambodo,S. 1995. Pengendalian Tikus Terpadu. Penebar Swadaya. Jakarta.

Pearche, E.C. 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Terjemahan oleh: S.Y.Handoyo. PT. Gramedia, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.48134/jurkessutra.v10i1.83

Refbacks

  • There are currently no refbacks.