HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA PASIEN PASKA STROKE DI PUSKESMAS SIMPANG TIGA REDELONG BENER MERIAH

Novita Aryani, Amila Amila, Anggina Hawalia

Abstract


Stroke adalah manifestasi klinis dari gangguan fungsi otak baik lokal maupun global, dapat terjadi cepat (tiba-tiba), ada yang berlangsung lebih dari 24 jam atau ada juga yang sampai menyebabkan kematian, terjadi oleh karena adanya gangguan suplai darah ke otak. Otak pasien tidak lagi mampu untuk berpikir dan beraktifitas dengan baik, biasanya timbul rasa bersalah, perasaan tidak berharga, kepercayaan diri turun, pesimis dan putus asa berujung terjadinya depresi. Dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam manejemen depresi, meredam efek depresi, membantu orang mengatasi depresi dan meningkatkan kesehatan pasien pasca stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada pasien paska stroke di Puskesmas Simpang Tiga Redelong  Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini merupakan penelitian Cross Sectional.  Populasinya adalah pasien paska stroke yang berada di Puskesmas Simpang Tiga Redelong Kabupaten Bener Meriah pada bulan Februari 2019 yang berjumlah 30 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan sistem  purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Mei  2019. Dari 30 responden didapati mayoritas pasien memiliki dukungan keluarga baik yang mengalami depresi sedang berjumlah 13 orang (43.3%), dan minoritas mendapat dukungan keluarga kurang baik yang mengalami depresi berat berjumlah 1 orang (3.3%). Orang-orang dengan dukungan keluarga tinggi dapat memiliki penghargaan diri yang lebih tinggi yang membuat mereka tidak mudah diserang depresi. Untuk responden agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang Stroke dan konsultasi dengan petugas kesehatan apabila mengalami depresi paska stroke.

Full Text:

PDF

References


Anugrogo. (2014). Penyakit Dan Gangguan Saraf. Yogyakarta : Publishing.

Dudung ,J dkk (2015). Prevalensi Depresi pada Pasien Stroke yang di Rawat Inap di Irina F RSUP Prof.Dr.R.D. Kandau Manado Periode November-Desember 2012, Journal e-clinic(eCI) Vol 3 No. 1

Eropo. (2015). Dukungan Keluarga. [Online] dari http://erepo,.unud.ac.id [diakses 4 Desember 2018].

Ibnu. (2017). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresipada Pasien Stroke Di Poli Syarafrsud Prof Dr Soekandar Mojokerto. http://www.academia.edu/[diakses 4 Desember 2018].

Ibrahim. (2016). Pengertian Keluarga, Fungsi Keluarga, dan Jenis-jenis Keluarga. [Online] dari https://pengertiandefinisi.com. [diakses 4 Desember 2018].

Junaidi. (2015). Stroke Waspadai Ancamannya. Yogyakarta : Andi.

Kemenkes RI, (2018). Potret Sehat Indonesia dari Riskesdas 2018.

Muhlisin. (2018). Definisi Fungsi Dan Bentuk Keluarga. [Online] dari http://www.kajianpustaka.com [diakses 4 Desember 2018].

Mardhiah, A dkk (2015), Persepsi Pasien Stroke tentang Dukungan Pasangan di Banda Aceh. Idea Noursing Journal, Vol VI, 2

Notoatmodjo S . (2012). Metologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Sinta Dewi Afridawati (2010), Hubungan Peran Serta Keluarga dalam Perawatan Stroke dengan Tingkat Depresi pada Penderita Pasca Stroke di RSUD Dr.Moewardi Surakarta

Sunaryanti. (2014). 14 Penyakit Paling Sering Menyerang Dan Sangat Mematikan. Jogjakarta : FlashBooks.

Widianingrum, S. (2018). Gambaran Umum Karakteristik Lansia Dengan Depresi Di Panti Wilayah Kota Semarang. [Online] dari http://www. Santi Widianingrum.com [diakses 4 Desember 2018].

Wiki. (2018). Depresi (psikologi). Online] dari https://id.wikipedia.org/wiki [diakses 4 Desember 2018].

Wiwit. (2013). Stroke Dan Penangannya. Jogjakarta : Katahati.

Yastroki. (2017). Stroke Penyebab Kematian Urutan Pertama di Rumah Sakit Indonesia. [Online] dari http://www.yastroki.or.id [diakses 4 Desember 2018].




DOI: https://doi.org/10.48134/jurkessutra.v7i2.5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.