Pengaruh Abdominalis Breathing Terhadap Kapasitas Vital Paru Pada Pasien Asma di RSUD DR Pirngadi Medan Tahun 2019
Abstract
Abdominal breathing merupakan tehnik latihan pernafasan yang melibatkan otot diafragma yang digunakan untuk mengkompensasi kekurangan oksigen dan mengurangi ketegangan otot pernafasan akibat adanya penyempitan saluran nafas karena serangan asma.Terjadinya penyempitan saluran nafas dapat mengakibatkan penurunan kapasitas vital paru mencapai 60% dan keadaan ini dapat mengakibatkan terganggunya fungsi-fungsi sel diseluruh tubuh. Penyempitan saluran nafas umumnya dapat diatasi dengan menggunakan obat bronkodilator, akan tetapi perubahan pada bentuk dada dan otot-otot pernafasan yang menegang abibat penyempitan saluran nafas yang mengakibatkan penurunan kapasitas vital paru hanya dapat diatasi dengan pemberian terapi antara lain tehnik relaksasi abdominal breathing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abdominal breathing terhadap kapasitas vital paru pada pasien asma. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian pre and post test with control group. Populasi pada penelitian ini adalah pasien asma yang dirawat di RSUD Dr.Pirngadi MedanTahun 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang yang terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Dari hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-smirnov diperoleh hasil data tidak berdistribusi normal karena nilai p<0.05. kemudian dilanjutkan dengan uji alternatif yaitu uji Wilxocon dan diperoleh hasil kapasitas vital paru sebelum dan sesudah pemberian terapi abdominal breathing berbeda secara signifikan p=0.000 (p<0.05) sehinngga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian tehnik relaksasi abdominal breathing terhadap kapasitas vital paru pada pasien asma di RSUD Dr.Pirngadi Medan.
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. (2017). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Benny (2018).Perawatan Klinis Penderita Asma. Ed 1. Jakarta: Salemba Medika.
Budiarto, Eko. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC.
Bratawidjaja (2016).Pengaruh Tehnik Relaksasi & Senam Asma Terdahap Frekuensi Kekambuhan Asma.
Farid, Muhammad. (2016).Cara Sederhana untuk Menilai Berat Serangan Sebagai Dasar Indikasi Rawat pada Asma.Jakarta: Simposium PDPI.
Frownfelter, Donna. (2017). Breathing Exercise and Retraining, Chest Mobilization Exercises.American Thoracic Society.
Hadibroto, Iwan. (2015). Asma Informasi Lengkap Untuk Penderita dan Keluarga. Ed 2. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Hudak, M Carolyn (2017). Nursing Proses, Diagnosis, And Outcome. Ed 5. Jakarta: EGC.
Johannis, Ernst. (2018). Aspek Imunologi Asma Bronkial.Jakarta: Salemba Medika.
Kumoro, Daru, (2018) Pengaruh Tehnik Relaksasi terhadap Frekuensi KekambuhanAsma Bronkiale, http://etd.eprints.ums.ac.id/3988/ 1/J110070078.pdf.
Long, Barbara C. (2016). Perawatan Medikal Bedah (suatu pendekatan proseskeperawatan). Ed 1. Bandung: Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Padjajaran.
Notoadmojo, Soekidjo. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan. Ed 3. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sherwood, Lauralee. (2016). Fisiologi Manusia: dari sel ke system. Ed 2. Jakarta: EGC.
Smetzer. (2016). Brunner & Suddarth Buku ajar keperawatan Medikal Bedah.Jakarta: EGC.
Sylvia. (2018). Fatofisiologi Sistem Pernafasan.FKUI. Jakarta: EGC.
Tambayong. (2019). Diagnosis dan Terapi Kedokteran Penyakit Dalam. Jakarta: Salemba Medika.
Tierney, Lawrence M. (2017).Diagnosis dan Terapi Kedokteran ( Ilmu PenyakitDalam). Ed 1. Jakarta: Salemba Medika.
Pratiwi, D.A (2016). Biologi.Jakarta: Erlangga. http://bebas.vlsm.org/v12/Sponsor Pendamping/ Praweda/ Biologi/ 007%20Bio%202-8b.htm.
DOI: https://doi.org/10.48134/jurkessutra.v8i2.31
Refbacks
- There are currently no refbacks.







