ANALISIS PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULUS PERSEPSI TERHADAP KEMAMPUAN PASIEN MENGONTROL PERILAKU KEKERASAN DI RSJ PROF. ILDREM MEDAN TAHUN 2019
Abstract
Perilaku kekerasan adalah tingkah laku individu yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkan datangnya tingkah laku tersebut yang dapat membahayakan bagi diri pasien sendiri, orang lain, dan lingkungan. Salah satu kegiatan kelompok yang diberikan pada pasien perilaku kekerasan adalah Terapi Aktivitas Kelompok: Stimulasi Persepsi. Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas sebagai stimulasi dan terkait dengan pengalaman dan atau kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh terapi aktivitas kelompok: stimulasi persepsi terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan di RSJ Prof. Ildrem Medan 2019. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimen yang menggunakan rancangan one group pre test post test .Populasi adalah seluruh pasien perilaku kekerasan sebanyak 367 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling berjumlah 10 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi berdasarkan format sesi TAKSP yang ada. Data dianalisis dengan uji t dependent menunjukkan bahwa ada pengaruh TAKSP: mengenal perilaku kekerasan terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan (p=0,018); ada pengaruh TAKSP :mencegah perilaku kekerasan fisik terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan (p=0,000); ada pengaruh TAKSP: mencegah perilaku kekerasan sosial terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan (p= 0,002); ada pengaruh TAKSP :mencegah perilaku kekerasan spiritual terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan (p=0,005); ada pengaruh TAKSP :mencegah perilaku kekerasan patuh minum obat terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan (p=0,005). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Terhadap Kemampuan Pasien Mengontrol Perilaku Kekerasan di RSJ Prof. Ildrem Medan 2019. Untuk itu diharapkan kepada perawat untuk melakukan TAKSP secara rutin dan berkelanjutan sehingga mempercepat proses penyembuhan pasien.
Kata kunci: Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi, Kemampuan Mengontrol Perilaku Kekerasan, Pasien Perilaku Kekerasan
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat Alimul A, 2014, Riset Keperawatan dan Tekhnik Penulisan Ilmiah, Jakarta: Salemba Medika
Keliat Budi Anna dan Akemat, 2016, Keperawatan Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok, Jakarta: EGC
Kusumawati F, Hartono Y 2017, Buku Ajar Keperawatan Jiwa, Jakarta: Salemba Medika
Notoatmmodjo S, 2016, Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi Revisi, Jakarta: Rineka Cipta
Fefendy. (2016). Pengaruh tarapi aktivitas kelompok; latihan asertif. Jakarta: http://www.indonesiannursing.com.
Wasis. (2017). Pedoman Riset Praktis untuk Profesi Perawat. Cetakan I. Jakarta: EGC.
Purba, Jenny Marlindawani, dkk, 2017, Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Maasalah Psikososial dan gangguan Jiwa, Cetakan ke 2, Medan: USU Press
Febriani (2017). Laporan akhir tahun bidang kesehatan penderita. Jakarta: http://www.pikiran-rakyat.com.
Purwaningsih W, Karlina I, 2016, Asuhan Keperawatan Jiwa, Yogjakarta: Nuha Medika Press
Setiadi, 2015, Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan, Edisi Pertama, Yogyakarta: Graha Ilmu
Stuart, G.W. (2016). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 5. Jakarta: EGC.
Dwi Hikari,2016, Pengaruh Terapi Aktivitas; Stimulasi Persepsi Terhadap Ekspresi Kemarahan Pada Klien Dengan Riwayat Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Mahoni Medan.
http://skripsistikes.wordpress.com/05/03/ikpiii112/
Witodjo, 2018. Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi persepsi terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan di Rumah sakit Jiwa Daerah Surakarta.
http://skripsistikes.wordpress.com/2009/05/03/ikpiii112/
DOI: https://doi.org/10.48134/jurkessutra.v8i2.25
Refbacks
- There are currently no refbacks.







