PENGARUH KUALITAS PELAYANAN FARMASI KLINIK TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT EFARINA PANGKALAN KERINCI

Santy Selfly V Tarigan, Miranda Kartika Putri, Deris Silalahi, Sendiriani Br Sembiring, Tatin Wahyanto, Ibnu Jafar

Abstract


ABSTRAK

 

          Kualitas pelayanan merupakan bentuk aktivitas yang dilakukan dan diberikan oleh tenaga kesehatan untuk memenuhi harapan dan keinginan pasien. Kualitas pelayanan farmasi meliputi pengkajian resep, pelayanan informasi obat, konseling, pemantauan efek samping obat, pemantauan terapi obat, dan evaluasi penggunaan obat. Keenam faktor tersebut nantinya yang akan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan dari pasien. Oleh karena itu penting dilakukan penelitian terkait pengaruh kualitas pelayanan farmasi klinik terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di rumah sakit efarina pangkalan kerinci yang diukur melalui dimensi bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, kenyamanan, dan perhatian dari pasien. Pada penelitian ini metode yang digunakan ialah observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner terkait tingkat kepuasan pasien rawat jalan dan kualitas pelayanan farmasi. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 62 orang. Metode pengukuran responden menggunakan purposive sampling. Hasil dari penelitian didapatkan melalui pengukuran kualitas pelayanan farmasi dan kualitas kepuasan pasien rawat jalan. Pada penelitian ini uji korelasi yang digunakan ialah uji spearman. Didapatkan nilai signifikansi pada hasil sebesar 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa antara kualitas pelayanan farmasi klinik dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan dengan tingkat korelasi yang sedang antara kualitas pelayanan farmasi klinik dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan dengan faktor yang paling dominan terkait kualitas pelayanan farmasi terletak pada dimensi pengkajian resep, penyerahan obat, dan pemberian informasi obat. Sementara itu, faktor yang paling dominan terhadap kepuasan pasien terletak pada dimensi bukti langsung (tangibles).

 

Kata Kunci : Kualitas Pelayanan Farmasi, Puskesmas, Tingkat Kepuasan Pasien


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto S., 2017. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi 1, PT Rineka Cipta, Jakarta, hal. 70.

Bagus. 2010. Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Tugas Akhir. Tidak Diterbitkan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang.

Cita, P. E. 2018. Gambaran Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kualitas Pelayanan Farmasi di Puskesmas Se-Kota Malang. Tugas Akhir. Tidak diterbitkan, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang.

Candrawati A.A. 2018. Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien pada Puskesmas Iso dan Puskesmas Non Iso di Kota Denpasar. Tugas Akhir. Tidak diterbitkan, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana, Denpasar.

Dahlan M. S., 2018. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan; Deskriptif, Bivariat, dan Multivariat, Dilengkapi Aplikasi dengan Menggunakan SPSS. Edisi 5. Salemba Medika. Jakarta.

Depkes. 2017. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128/MENKES/SK/II/ tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat, Jakarta.

Depkes. 2017. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1027/MenKes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Jakarta.

Depkes RI. 2018. Buku Pegangan Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam Sistem jaminan Sosial Nasional (SJSN), Jakarta.

Depkes. 2018. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Apotek, Jakarta.

Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik. 2018. Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Nomor HK.00.DJ.II.924. 2006 Tentang Pembentukan Tim Penyusun Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jakarta.

Erviana O. 2013. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepercayaan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Soewondo Kendal. Tugas Akhir. Tidak diterbitkan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Semarang.

Ghozali I., 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Edisi Tiga, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.Hayter A., 2007. Probability and Statistics for Engineers and Scientists, 3dth Ed., Thomson Brooks/Cole, Australia.

Hidayat A.A., 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data.

Edisi 1, Salemba Medika, Jakarta, hal. 58.

Ikatan Apoteker Indonesia. 2011. Surat Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Nomor 058/SK/PP.IAI/IV/2011 Tentang Standar Kompetensi Apoteker Indonesia, Jakarta.

Ikatan Apoteker Indonesia. 2013. Pedoman Praktik Apoteker Indonesia, Pengurus Pusat IAI, Bali, hal. 30.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 2018. Adil, (Online),

(https://kbbi.web.id/adil, diakses 11 Februari 2019).

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 2004. Tentang pedoman Umum Penyususnan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi pemerintah No. KEP/25/M.PAN 2004, Jakarta.

Naik C.N.K., and Gantasala V.P. Service Quality (Servqual) and in Effort on Customer Satisfaction in Retaily. European Jurnal of Social Science, 2010, 16 (2): 239-251.

Oktora L., dan Sari K. Pemanfaatan Obat Traditional Dengan Pertimbangan Manfaat dan Keamanannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, 2006, 3 (1): 1-7.

Nooria W. 2008. Pengaruh Persepsi Kualitas Jasa Pelayanan Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan di RSU Saras Husada Purworejo. Tugas Akhir. Tidak diterbitkan, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Notoatmodjo S., 2010. Promosi Kesehatan; Teori dan Aplikasi, Edisi Satu, PT. Rineka Cipta, Jakarta. hal. 40-45.

Notoatmojo S., 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi Lima, PT. Rineka Cipta, Jakarta, hal. 37-38

Martono N., 2010. Statistik Sosial Teori dan Aplikasi Program SPSS, Edisi Satu, Gava Media, Yogyakarta.

Phau I. and Biard M., Complainers versus Non Complainers Retaliatory Responses Toward Service Dissatisfactios. Marketing Inteligence & Planing, 2008, 26 (6): 587-604.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Jakarta.

Depkes. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Jakarta.

Pradono J., dan Sulistyowati N. Hubungan antara Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Tentang Kesehatan Lingkungan, Perilaku Hidup Sehat dengan Status Kesehatan. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 2014, 17

(1): 89-95.

Sumarwan U., 2003. Perilaku konsumen: Teori Penerapannya Dalam Pemasaran, Edisi Satu, PT. Ghalia Indonesia dengan MMA-IPB, Bogor, hal. 199.

Suparto. Analisis Korelasi Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Siswa Dalam memilih Perguruan Tinggi. Jurnal IPTEK, 2014, 18 (2): 3.

Tjiptono F., 2012. Service Management : Mewujudkan Layanan Prima, Edisi Dua, Adi, Yogyakarta, hal. 143.

Umar H., 2003. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen, Edisi Dua, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hal. 78.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. 2014. Jakarta.

Wati F., Sutaryono., dan Arrosyid M. Hubungan Kualitas Pelayanan Informasi Obat terhadap Kepuasan Konsumen di Prusda Aneka Usaha Unit Apotek Sidowayah Farma Klaten. CERATA Jurnal Ilmu Farmasi, 2012, 3 (1): 36-

Wijaya T., 2011. Manajemen Kualitas Jasa: Desain Serqual, QFD, dan Kano disertai Contoh Aplikasi dalam Kasus Penelitian, Edisi Satu, Indeks, Jakarta. hal. 114.




DOI: https://doi.org/10.48134/jurkessutra.v13i1.185

Refbacks

  • There are currently no refbacks.